Uniknya Sushi Vegan “Kurogome Zushi”

 Sushi tidak selalu harus dihubungkan dengan ikan mentah. Pada intinya, sushi ialah sajian yang memakai nasi peragian. Di pada awalnya, sushi benar-benar "dijodohkan" dengan ikan. Tetapi, seiring waktu berjalan, nasi peragian ini ternyata masih nikmat tiada selalu harus datang bersama ikan. Nasi yang dahulunya harus difermentasikan sepanjang setahun juga sekarang bisa dicicipi dengan memakai cuka beras. 



Tidaklah aneh, sekarang variasi sushi sudah berkembang demikian rupa. Sushi berisi bermacam bahan pangan yang seringkali jauh dari akar ke-Jepang-annya. Selaku contoh ekstrim, sushi gudeg serta sushi pecel sudah ada semenjak sekian tahun lalu. Saat ini, sushi vegan mulai dicari beberapa fans sushi.


Harry Nugroho buka lapak sushi vegannya pada tahun 2015. Lapak sushi yang dinamakan Kurogome Zushi hanya menyajikan sushi vegan. "Awalannya dahulu saya masih masukkan yang vegetarian, masih sediakan sushi dengan keju, tetapi selanjutnya saya memilih untuk buat yang fully vegan," terang Harry.Di lapaknya, Kurogome Zushi yang mempunyai Trick Menang Di Judi Sabung Ayam s388 makna sushi nasi hitam menyediakan sushi dengan memakai nasi hitam. Faktanya, sebab nasi hitam lebih sehat dibanding nasi putih. "Untuk pemrosesannya, sama dengan nasi putih. Nasi hitam saya campur dengan cuka beras," tutur Harry. Untuk mendapati rasa yang cocok, dia mengaku dia memerlukan waktu sampai sebulan.


Harry yang awalnya sempat bekerja di Amerika Serikat sepanjang 7 tahun selaku sushi chef, mengaplikasikan ilmunya dengan beberapa bahan vegan. Ikan, keju, sampai telur tidak akan disentuhnya. Dia juga melakukan eksperimen dengan bermacam bahan yang sesuai ide vegan.


Jamur shitake, tahu, tempe, sampai sayur-mayur serta buah-buahan jadi bahan khusus yang dia unggulkan. Dari tangannya, lahir lebih dari 40 variasi menu sushi vegan. "Ada avocado roll yang banyak didapati sampai Sushi Koetjing serta Catepillar Roll kreativitas saya," terang Harry.ajang jualan bersama komune Pasar Organik Jogja (Pojog), Kurogome Zushi diwajibkan (mewajibkan dianya) untuk memakai beberapa bahan yang organik serta lokal. "Nyaris keseluruhnya lokal serta organik, walaupun ada banyak bahan yang tidak dapat penuhi standard itu," tutur Harry. Dia mengatakan jika beberapa bahan seperti nori, shoyu, sampai jamur shitake belum bisa diperoleh yang lokal. Sesaat untuk mayonaise dia dapat membuat sendiri memakai soya.


Untuk konsumen non-vegan yang pertamanya kali tiba ke lapak Kurogome Zushi, Harry akan tawarkan Sushi Ihir selaku perjumpaan. "Ini sushi yang termudah diterima oleh orang umum," terangnya. Harry sendiri akui bukan vegan tetapi usaha untuk memiliki komitmen dengan sushinya. Karenanya, dia pahami jika tidak seluruhnya orang bisa langsung pas dengan sushi bikinannya.


Sushi Ihir sendiri adalah sushi roll dengan isian tempe pedas (spicy tempe). Ini adalah sajian yang nikmat untuk dicicipi bahkan juga oleh non-vegan. Disamping itu, Harry mengatakan Sushi Koetjing selaku sushi yang rasa-rasanya gampang diterima. Sushi Koetjing adalah sushi yang di inspirasi dari nasi kucing. "Karenanya sushi roll ini jatahnya kecil, didalamnya spicy tofu, serta harga murah," sambungnya. Sushi Koetjing benar-benar sushi yang termurah dari serangkaian menunya. Dengan bayar Rp 5.000,-, konsumen bisa nikmati sushi isi 3 potong.

Popular posts from this blog

Revealing Love With Ramification or even Exaggeration

Functioning Palm in Palm for Alter

Some US authorities feel that the Mandarin federal